Selasa, 11 Desember 2012

Bakat Terpendam *Part 3

Kali ini ceritanya adalah sebuah karangan yang gw sendiri juga ngak ngerti apakah ini puisi atau cuma karangan bebas belaka. Serahkan kepada Tuhan Sang Maha Pencipta aja lah untuk mendefinisikannya seperti apa. Tulisan ini gw tulis saat sedang berada di sebuah gedung yang banyak orang memakai pakaian putih-putih di dalamnya. Judulnya : Antara dota dan DoTA

******


Antara dota dan DoTA
Jan 21 2012


Aromanya berkolaborasi antara racikan obat dan obat bius yang membuat varian aroma parfum baru yang dahsyat mewanginya menusuk ke hidungku. Tengah malam hanya bertiga menunggu keputusan sang dokter jaga untuk nginap atau tidaknya di gedung ini, membuat frustasi hidup ku saja. Hampir mengalahkan frustasinya aku terhadap DoTA.
Kita bertiga ditempatkan di balik salah satu tirai di ruangan itu, dan jika aku mengibaratkannya, kami sudah bak hadiah dari sebuah acara tv yang harus deal dengan hadiah 2 milyarnya. Cuman yang di balik tirai bukan hadiah yang di dapat pemenangnya, tapi orang terkapar tidur tak berdaya dengan beraneka ragam jenis penyakit dibawanya. Dan pemainnya di sini adalah dokter jaga, yang kalau tak beruntung mendapatkan sosok terbujur kaku di balik tirai keberuntungan itu.
Sebagai orang normal yang sehat, aku bosan untuk tetap diam menunggu saja di samping sepupu ku yang lemah dan gelisah menahan sakit yang menggerogotinya. Aku pun berjalan lah memantau daerah sekitar, sambil berpura-pura sms an dan berjalan kayak orang yang mau mengabarin keluarganya bahwa ada yang masuk rumah sakit detik itu. Dan jeng...jeng...jeng... Sesosok tumpukan yang bergelombang seperti manusia kurus dengan diselimuti kain putih menghentikan keingintahuan ku di ruang UGD itu. Sentak mataku tak beranjak menatapnya, dan kata-kata hatiku berucap yang aneh-aneh. Itu mayat? Atau cuma guling yang ditutupi selimut doang?
Kalau itu mayat, kenapa ngak ada seorang pun disampingnya sambil menangis tersedu-sedu seperti yang lazim selama ini aku lihat. Namun, kalau itu bukan mayat, berarti itu guling yang diselimuti doang, tapi kalau hanya guling kan cuma lurus ngak ada lekuk-lekuk tubuhnya.
Aku segera bergerak dari tempat yang menahan ku tadi. Dan ngak tau sudah berapa kali aku mondar-mandir mengintai benda itu, "kenapa ngak ada perubahan ya...!!". Petugas UGD yang ada pun tampak tak menghiraukannya. Tepat saat yang tak terperhatikan olehku akhirnya kepastian pun tampak. Dan benar itu adalah sosok mayat dari orang yang tak pernah kukenal.
Dan gambaran itu langsung ngebayang di angan-anganku. Andaikan aku seperti itu..... Sumpah Demian aku ngak bercita-cita untuk meregang nyawa sendirian.... Bisa-bisa nangis darah atas bawah kalu itu benar terjadiii.... iiiicchhhhhh seremm....
Cukup dengan meluangkan waktuku ke sini dan cuti dari dota aja sehari adalah sesuatu untukku... Malah ditambah dengan penampakan miris sesosok mayat yang tak pernah kukenal yang diam tanpa ada orang mengelilinginya dengan tangisan, yang itu mengubah dari sesuatu menjadi sesuHANTU.... Sereeemmm Abbbiiiissszzz....

Tidak ada komentar: